Berita  

Proyek Hilirisasi Batu Bara: Subsidi LPG oleh ESDM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang memfokuskan pada perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa perhitungan HPP ini penting untuk menentukan apakah DME memerlukan substitusi dari negara atau tidak. Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang bagi investor atau perusahaan yang ingin membangun industri hilirisasi batu bara, termasuk industri DME di Indonesia. Menurut Purbaya, Kemenkeu akan memberikan insentif bagi perusahaan yang ingin mengembangkan hilirisasi batu bara dengan rancangan tarif bea keluar untuk komoditas ekspor batu bara sebesar 1%-5% pada tahun 2026. Purbaya juga menegaskan perlunya normalisasi kebijakan perpajakan batu bara untuk menjamin kesetaraan pemberlakuan perpajakan dan menghindari pengusaha batu bara yang tidak memberikan sumbangan bea keluar meskipun mendapatkan restitusi pajak. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan terjadi pemerataan subsidi industri dan peningkatan target penerimaan bea keluar dari komoditas batu bara pada tahun 2026.

Source link