Christian Lundgaard akan mewarisi kursi yang ditinggalkan Scott Dixon di Chip Ganassi Racing (CGR), tetapi pembalap Denmark berusia 25 tahun itu langsung menghadapi tolok ukur berat: Alex Palou, rekan setimnya di tim tersebut.
Dixon menilai Lundgaard memasuki lingkungan yang sangat kuat setelah resmi ditunjuk sebagai penggantinya di mobil Honda nomor 9. Kursi itu kosong setelah Dixon mengakhiri masa 25 tahun bersama CGR dan pindah ke Arrow McLaren. Selama memperkuat CGR, pembalap Selandia Baru berusia 46 tahun tersebut meraih enam gelar IndyCar dan satu kemenangan di Indianapolis 500.
Lundgaard dinilai cocok dengan CGR
Berbicara pada sesi media IMSA, Kamis, Dixon mengatakan penunjukan Lundgaard sebenarnya sudah lama diketahui oleh banyak pihak. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai “rahasia yang paling tidak terjaga” karena terus menjadi bahan pembicaraan di paddock IndyCar.
Menurut Dixon, Lundgaard akan mendapatkan dukungan dari orang-orang berpengalaman di CGR, termasuk pemilik tim Chip Ganassi dan Mike yang memimpin operasional tim. Namun, ia mengingatkan bahwa persaingan internal dengan Palou tidak akan mudah.
“Akan sulit menghadapi Alex, terutama di lingkungannya,” kata Dixon. Meski demikian, ia menilai performa Lundgaard dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa pembalap tersebut mampu menjadi penantang yang kuat sekaligus cocok bagi tim, Ganassi, dan PNC Bank.
Lundgaard menghabiskan dua musim terakhir bersama Arrow McLaren sebelum bersiap memulai babak baru di CGR. Sementara itu, Dixon belum dapat langsung bekerja bersama tim barunya karena masih terikat pembatasan kontrak.
Dixon masih menunggu hingga 1 Januari
Dixon mengonfirmasi dirinya harus menjalani masa non-kompetisi atau gardening leave hingga akhir tahun. Ia mengaku tidak menyangka CGR akan memberlakukan ketentuan tersebut, tetapi menyebutnya sebagai konsekuensi dari isi kontrak.
“Christian, saya kira, dibebaskan tepat setelah balapan terakhir. Lalu, 1 Januari adalah waktu ketika saya bisa mulai menjalankan kesepakatan baru,” ujar Dixon.
Meski belum dapat bergabung secara resmi dengan Arrow McLaren, aktivitas Dixon tetap padat. Ia menyebut agenda yang telah dijalani atau menantinya meliputi Goodwood Revival, sejumlah uji coba, persiapan simulator, serta perjalanan ke Inggris. Ia juga berencana mengantar putranya, Kit, untuk mengikuti putaran nasional terakhir balap gokart di Indianapolis.
Dixon turut menyebut rencana menghadiri balapan terakhir NASCAR Cup dan kemungkinan tampil di Race of Champions di Wellington, Selandia Baru. Ia masih menyusun kalender kegiatannya, termasuk waktu untuk mulai bekerja bersama McLaren.
Babak final IMSA di Michelin Raceway Road Atlanta akhir pekan ini juga menjadi kesempatan terakhir Dixon berada dalam satu naungan CGR bersama Palou. Keduanya telah menjadi rekan setim selama enam musim di IndyCar. Dixon mengatakan ia belum banyak memikirkan makna perpisahan tersebut dan tetap melihat kerja sama dengan Palou secara profesional.
“Selalu menyenangkan bekerja bersama Alex,” kata Dixon. Ia membuka kemungkinan kembali bertemu Palou dalam ajang balap ketahanan GT pada masa mendatang.












